Titulo

Riyono: Swasembada Gula Sulit, Petani Tebu Terpinggirkan

Ketiadaan pusat pembibitan nasional dan sulitnya pembiayaan mengharuskan Indonesia mengimpor gula hingga 1,5 juta ton per tahun. Kondisi ini diakui Riyono membuat para petani tebu semakin terpinggirkan, sebab sangat sulit untuk mencapai swasembada gula di Provinsi Jawa Tengah.

"Semakin sulitnya mencapai swasembada gula Jateng membuat petani tebu semakin terpinggirkan," kata anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah ini.

Riyono mewakili Komisi B memaparkan Raperda Peningkatan Produksi Tebu di Jawa Tengah

DPRD Provinsi Jawa Tengah saat ini memang sedang gencar mengusahakan realisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Peningkatan Produktivitas Tanaman Tebu. Seperti dikutip dari situs Radar Semarang, DPRD mendorong agar rendemen tebu bisa mencapai 11 persen. Dengan rendemen tinggi akan berimbas kepada kesejahteraan petani tebu di Jawa Tengah.

Sebelumnya, Komisi B sudah beberapa kali melakukan diskusi dengan persatuan petani tebu di Jawa Tengah. Dari diskusi tersebut, diketahui bahwa kondisi riil di lapangan memang sangat rumit.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.