Titulo

Membaca Demokrasi Indonesia

Kultwit @Riyono_PPNSI
  1. Baru saja Golkar "takluk" dalam Rapimnas setelah berjalan tertatih tatih dalam konflik panjang.
  2. Deklarasi dukungan ke Jokowi langsung dilakukan dan disambut meriah oleh pemerintah. "Tamat" sudah perlawanan sebagai oposisi paling besar dalam KMP.
  3. Jatidiri Golkar yang sudah puluhan tahun berkuasa nampaknya berpengaruh kuat dalam patron politik mereka. Gak betah juga tanpa "kuasa".
  4. Konstruksi yang ingin dibangun oleh PG gabung ke IH semata untuk menyelamatkan PG pasca pilkada 2015 yang terseok-seok karena perpecahan.
  5. Mungkin ini pilihan paling pas untuk menyelamatkan PG agar tidak semakin terkoyak pasca "dikerjain" dengan konflik yang tidak kunjung selesai.
  6. Semoga selebrasi PG yang gabung ke IH bisa menyelamatkan dari ambruknya PG di alam demokrasi kita. Mungkin terpaksa bergabung? Hanya PG yang tahu.
  7. Kekuatan Jokowi pasca PAN dan PG bergabung akan tambah kuat secara kuantitas di parlemen. Tapi IH harus sadar bahwa PG bukan pemain baru.
  8. PG sosok lihai dan pengalaman dalam mengelola koalisi dan mengambil posisi. Jika tidak cerdas maka Jokowi dan IH akan kerepotan dalam koalisi.
  9. Kesediaan PG gabung tidaklah gratis. Jaminan pengakuan pengurus DPP ARB bukti yang akan menjawab. Posisi AL nampaknya akan ditinggal oleh IH.
  10. Keengganan kubu AL hadir dalam rapimnas akan semakin memperlemah posisi di hadapan IH. Kubu AL akan gigit jari.
  11. Kita tunggu selebrasi PG bersama Jokowi dan IH di parlemen dan istana. Bentuknya apa?.
  12. Pasca PG gabung IH baru saja PPP juga ketemu JK untuk islah dan ingin gabung Jokowi dan IH. Konflik PPP sama PG. Dualisme DPP karena SK.
  13. Apakah PPP JF akan gabung juga dengan IH? Nampaknya begitu jalan untuk selamatkan PPP dari konflik berdarah yang membelah ulama mereka.
  14. Bergabung Jokowi dan IH nampaknya PPP akan selamat dan bersatu kembali. Mungkinkah? Sangat karena SK DPP ada di Pemerintah.
  15. Tekanan IH via SK dalam konflik PG dan PPP "berhasil" membongkar pertahanan KMP sehingga mau tidak mau 2 partai ini harus tunduk dengan syarat.
  16. PPP belum deklarasi seperti PG, hanya tunggu waktu.
  17. Akhirnya IH benar - benar Hebat karena nyaris "sempurna" kekuatan politiknya di pemerintahan. PDIP, PG, PKB, Nasdem, Hanura, PPP.
  18. Sekarang kesempurnaan IH tinggal mengelolanya agar bisa mensejahterakan rakyat. Bisakah? Lihat gimana 2016 ini ada perbaikan ekonomi gak?.
  19. Sekali lagi tinggal kemampuan Jokowi dan PDIP sanggup gak mengelola kehebatan koalisi IH jilid 2 ini? Bisa tambah gaduh rebutan...
  20. Lalu bagaimana nasib KMP? PKS dan Gerindra? Masihkan sbrnya KMP? Atau sudah end?
  21. KMP dan KIH adalah demokrasi negeri ini selain NGO dan lain-lainnya. Faktual politiknya begitu, dinamikanya gambaran negeri ini selam apolitik.
  22. Kerasnya dinamika keduanya adalah proses kematangan politik bangsa yang saat ini belumlah utuh dalam makna demokrasi substansi. Harus terus tumbuh.
  23. KMP dan KIH harus tumbuh dalam demokrasi yang membumi dan dirasakan bangsa ini. Saya yakin inilah nilai perjuangan koalisi ini dalam pilpres...
  24. Walaupun corak politiknya bhineka bukan berarti terpecah dalam tujuan. Hanya caranya yang berbeda, demokrasi harus wajar tanpa prasangka.
  25. Sepanjang 2015 dinamika KMP dan KIH membuat jagad politik nasional hangat. Toh pemerintah tetap jalan tanpa halangan serius dari KMP.
  26. Jadi kalau ada kekhawatiran akan kuatnya KMP di parlemen itu salah. Oposisi sangat diperlukan dalam demokrasi, toh PDIP pernah oposisi...
  27. Kuatnya KMP dan KIH sangat diharapkan agar ada keseimbangan dalam menjalankan program. Hilangnya oposisi adalah bencana demokrasi...
  28. Tapi prakteknya IH tergoda dan tidak istiqomah membangun demokrasi dengan "menerima" semua parpol masuk istana. KMP juga tidak istiqomah tergoda...
  29. IH seolah tidak percaya diri mengelola bangsa pada saat berkuasa sehingga harus kesana kemari mencari temen. Harusnya mndrg KMP kuat sebagai mitra.
  30. KMP bukan dikuatkan tapi sekarang menuju lemahnya substansi demokrasi..Inilah yang kita sayangkan dalam alam demokrasi.
  31. Melemahnya KMP kerugian rakyat bukan semata kerugian partai. Kekuasaan yang nyaris tidak terkontrol rawan penyimpangan. Sikap kritis hilang.
  32. Kritis kepada pemerintah wajib dilakukan oposisi agar tidak gaduh dan kesannya sibuk urus diri sendiri bukan ngurus rakyat..
  33. Saat ini yg belum gabung IH tinggal PKS dan GR. Bagaimana sikap politik mereka? Sanggupkah menjadi oposisan sampai akhir?.
  34. GR sebagai pemilik Prabowo selama ini mewakili oposan yang terus mengoreksi kebijakan Jokowi. Pedasnya kritikan @fadlizon sebagai penyeimbang...
  35. Sikap kritis dan sikap politik sebagai oposan pasca kekalahan dalam pilpres hal wajar dan begitulah harusnya dilakukan. Konsisten dalam berpolitik.
  36. Prabowo sebagai icon GR nampaknya belum maksimal sebagai oposan terhadap Jokowi. Lebih banyak @fadlizon yang menjadi jubir GR mewakili PR...
  37.  Jika @prabowo masih minat RI 2019 maka harus lebih fokus dan kritis dalam melihat kebijakan Jokowi. Satu tahun terakhir nampaknya agak sepi...
  38. Dalam banyak isu nasional yang ada di parlemen atau istana nampaknya @fadlizon lebih ambil peran di ranah publik. Mungkinkah disiapkan?.
  39. Sebagai oposan selama 1 tahun terakhir GR cukup kuat selalu berlawanan dengan Jokowi. Sikap oposisi ini nampaknya akan dipertahankan terus sampai 2019.
  40. GR sebagai poros pertama KMP akan tetap bertahan walaupun sendirian. @prabowo sudah menegaskan dalam banyak kesempatan. Sekarang GR harus mampu mengelola.
  41. Sebagai oposan juga harus ada agenda komperhensif selama 4 tahun untuk bisa mengimbangi pemerintah. Kedalaman sikap dan kritik menentukan citra di publik.
  42. GR bisa saja melakukan "perlawanan" terhadap kebijakan pemerintah dengan membuat kebijakan versi visi misi GR. KIS, KIP jokowi disandingkan dengan apa?.
  43. GR harus mampu menyakinkan publik bahwa kebijakan Jokowi tidak mampu mensejahterakan rakyat. Itu sikap oposan murni yang harus diambilnya.
  44. Dengan sikap GR yang oposan maka KMP akan tambah solid dalam sikap dan posisi terhadap Jokowi. Boleh secara kuantitas KMP kalah, isi masih akan kuat..
  45. Jika konsisten maka GR masih ada harapan di 2019 untuk membawa @prabowo menuju RI 1 atau minimal kadernya bisa bersaing di RI 2...
  46. Sekarang PKS...diantara KMP maka PKS punya saham besar dalam pilpres. Dipercayanya PKS sebagai markas perjuangan Prabowo ke MK publik mengakui.
  47. PKS solid pasca pileg walaupun turun. Lembaga survey, pengamat memprediksi PKS end, ternyata tidak terbukti. Sudah 2x prediksi salah semua.
  48. Bersama GR dalam KMP PKS memainkan peran kunci untuk menguasai parlemen, inilah kecerdasan dan kepiawaian PKS dlm koalisi.
  49.  Lalu pasca PG gabung ke IH apakah PKS juga akan ikut?.
  50. Silaturahim Presdien PKS ke Jokowi membuat publik terkejut. Pengamat dan publik menilai PKS sudah mulai goyang dalam sikap politiknya.
  51. Publik menduga silaturahim itu tanda dalam politik untuk bergabung dengan IH. Spekulasi itu terus menggelinding bahwa PKS nampaknya ada deal.
  52. Walaupun sudah ditegaskan Presiden PKS bahwa silaturahim ke Jokowi ini biasa dan tidak ada muatan politik kecuali membangun kehidupan politik nasional yang sejuk.
  53. Bahkan dalam Rapimnas PKS yang mengundang Prabowo juga menegaskan bahwa PKS diluar pemerintah. Sikap ini tidak berubah sampai sekarang.
  54. Melihat track politik PKS maka bisa disimpulkan bahwa PKS akan tetap jadi oposan di luar pemerintah membersamai GR dalam KMP.
  55. KMP akan tetap kuat bersama GR dan PKS secara fungsi dan substansi politik bukan semata kuantitas kursi semata siap diluar pemerintah sampai 2019.
  56. Konsostensi PKS dan GR selama ini bisa memberi harapan akan fungsi kontrol kepada pemerintahan Jokowi. Penyeimbang dalam demokrasi.
  57. Kita harus bersyukur bahwa PKS dan GR tetap dalam KMP untuk menjaga bandul demokrasi bangsa agar tidak timpang dan melewati garis penyimpangan.
  58. Jadi bisa kita simpulkan bahwa KMP masih eksis bersama PKS dan GR dalam fungsi pengawasan untuk kesejahteraan rakyat..semoga semakin sejahtera.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.