Titulo

Merawat Harapan

Kultwit @Riyono_PPNSI
  1. Terorisme mengguncang dunia Bukan hanya Indonesia, dunia berhadapan dengan teror yang terus melanda di semua belahan dunia.
  2. Teror memerangi rasa damai dan kemanusian di sudut dunia tak kenal ras dan agama. Dunia seolah tak berdaya atas nyawa yang hilang sia-sia.
  3. Terorisme ada dimana - mana. Terorisme keadilan dan kebebasan membuat hilang kepekaan dan kepedulian, lahirlah kekerasan dan kebencian.
  4. Terorisme ekonomi membuat monopoli dan adikuasa yang melahirkan kapitalisme, liberalisme menindas kaum papa sampai pelosok desa.
  5. Terorisme ekonomi hadirkan kematian pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi rakyat. Kemiskinan yang terus bertambah wujud nyata teror ekonomi.
  6. Teror ekomomi hilangkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Raksasa bisnis menggilas semua pondasi ekonomi dengan prinsip yang penting untung.
  7. Terorisme juga hadir dalam budaya bangsa kita. Lunturnya budaya timur nyaris hilang oleh teror budaya barat yang jauh dari nilai luhur bangsa ini.
  8. Terorisme budaya hancurkan identitas bangsa yang terkenal adiluhung dan penuh nilai universal.
  9. Lihatlah budaya kita sekarang yang dipenuhi oleh nilai asing dan tak jelas tujuannya. Anak2 muda sudah lupa akan rasa hormat pada budaya sendiri.
  10. Teror budaya lahirkan anak muda yang acuh nasib bangsa. Hidupnya hanya untuk dansa dan pesta seolah itulah budaya mereka sekarang. Barat kiblatnya.
  11. Teror budaya hilangkan spirit anak muda untuk merawat budaya sendiri. Diskotik lebih ramai dibanding taman budaya, inilah wujud nyatanya.
  12. Teror budaya hilangkan rasa cinta kesenian lokal yang dilibas oleh budaya pop. Gelaran wayang kalah bersaing dgn konser musik musisi barat.
  13. Teror budaya telah menusuk jantung kebudayaan bangsa, merusak rasa dan karya anak bangsa tinggal kenangan Lihatlah kembali mana budaya kita?.
  14. Teror budaya hadirkan kebebasan tanpa makna, modernisasi tanpa jiwa, hilangkan identitas bangsa. Akhirnya jadilah bangsa tanpa makna.
  15. Terorisme agama lahirkan radikalisme. Agama tidak mengajarkan teror, pemahaman yang salah memaknai Jihad dengan teror yang merusak ukhuwah.
  16. Teror atas nama agama hadirkan kerusakan beragama yang merusak ajaran agama sendiri. Fenomena ini hadir seolah sebagai simbol perlawanan.
  17. Simbul terorisme berupa bom menjadi tren mewakili jihad. Sesat pikir ini lahir dalam suasana teror ekonomi kapitalis yang merusak harapan.
  18. Teror agama hadirkan intoleransi dan hilangnya kebersamaan antar agama. Saling curiga dan tuduh menyertai ruang pikir bangsa ini.
  19. Fenomena ISIS dan Gafatar di Indonesia menyeruak bak jamur di musim hujan. Kita harus waspada dan jangan sampai bangsa ini disibukkannya.
  20. Terorisme agama dilakukan oleh mereka yang sering tidak paham agama dgn utuh. Sepenggal ayat dalam kitab seolah inti kitab itu sendiri.
  21. Terorisme sekarang terus menjalar ke semua lini tanpa filter.Banyak orang gak menyadari bahwa terorisme itu menyergap bangsa ini secara halus.
  22. Terorisme ekonomi lahirkan kemiskinan, teror budaya hancurkan identitas bangsa, teror agama hadirkan kebodohan. Belum teror sosial, politik.
  23. Terorisme politik adalah berubahnya politik dari peradaban menjadi pragmatisme kekuasaan tanpa jiwa pelayanan.
  24. Terorisme politik lahirkan slogan : tidak ada kawan abadi yang ada kepentingan abadi. Ini slogan teror politik yang sudah mendarah daging.
  25. Slogan yang merusak makna politik sendiri. Bangsa ini dicekoki politik barat yang jauh dari nilai perjuangan untuk rakyat dan bangsa.
  26. Terorisme politik berwujud dalam cara dan hasil politik berupa kekuasaan yang cenderung korup serta jauh dari nilai luhur politik untuk melayani.
  27.  Terorisme politik bisa berwujud kegagalan negara dalam melahirkan politik bersih dengan perangkat kebijakan dan kekuasaan bagi rakyatnya.
  28. Teror politik inilah yang korbannya lebih dasyat. Jutaan rakyat kena imbasnya jika politik hanya urusan jabatan dan kekuasaan.
  29. Teror politik lahirkan kemiskinan terstruktur. Rendahnya pelayanan kekuasaan pada rakyat hanya lahirkan apatisme dan pragmatisme.
  30. Semua jenis terorisme melawan kodrat kemanusian. Saatnya bergandengan tangan erat melawan terorisme dalam bentuk apapun.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.