Titulo

Nobar KMGP Masyarakat Pekalongan Bersama Riyono

Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) menjadi tontonan alternatif di kancah perfilman Indonesia. Menjadi oase segar saat masyarakat ditawarkan sinetron/film yang tidak layak bagi perkembangan moral terutama anak-anak.

Cerpen KMGP di majalah Annida yang terbit Maret 1993 fokus menyajikan kisah - kisah islami. Kita belajar bahwa dakwahpun bisa menggunakan tulisan.

Saya salut perjuangan Ibu Helvy Tiana Rosa memperjuangkan film ini dengan tetap mempertahankan naskah asli. Tidak tergiur dengan penawaran produser lain demi alasan komersial.

Demi mendukung KMGP maka saya mengadakan nonton bareng bersama masyarakat dan kader Pekalongan.  Sebanyak 90 tiket gratis yang dibagikan dalam acara nonton bareng film KMGP.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.